Berawal dari
kegemaran ngemil snack kacang-kacangan berakhir jadi geram, setiap ke
supermarket selalu melihat produk-produk luar yang hampir mendominasi 80% khususnya yang berada
di pasar modern.
Kesel sih, kalau
ke supermarket produk luar selalu terlihat di depan, sedangkan kalau mau beli
produk UKM pasti adanya di rak paling belakang. Mungkin, karena modal nya juga
harus gede dan kemasan nya pun nggak menarik.
Yang bikin tambah kesel lagi, produk luar itu udah mahal
dan rasanya nggak enak pula.
Semesta
menyambut, dapat oleh-oleh snack mix kacang-kacangan dari teman waktu ke
Singapore. Mulai mikir lagi tuh, mereka kan gak punya sumber daya alam yang melimpah, tapi kok bisa membuat produk yang bagus? Harganya jauh lebih mahal dan nggak terlalu enak juga sih..! Padahal, bahan bakunya juga dari Indonesia.
Belum terlintas
saat itu mau buat produk dari kacang mete, masih nggak kebayang soalnya. Mulai deh, iseng cari tau di mbah
google yang bahan bakunya melimpah dan mudah didapatkan. Ketemu lah, informasi bahwa
Indonesia masuk sebagai 10 besar Negara produsen kacang mete di dunia.
*bersama tim riset di mbah google :p
Dari situ, muncul ide untuk bertekad bisa mengangkat dan mengolah
produksi kacang mete dalam negeri agar bisa menyaingi produk-produk luar dengan
memadukan cita rasa nusantara dengan kemasan yang modern.
Ternyata dari main-main bisa jadi serius, mulai dari kesal jadi Cinta. Akhirnya, mantap dan serius untuk membesarkan bisnis kacang mete. Ahhh, Mulai bisnis bisa sesimpel itu!
Ternyata dari main-main bisa jadi serius, mulai dari kesal jadi Cinta. Akhirnya, mantap dan serius untuk membesarkan bisnis kacang mete. Ahhh, Mulai bisnis bisa sesimpel itu!
*Sneakpeak-Kacang La Mente
*Founder dan CEO La Mente Food

