Kalau Ke Bandung, Siapa sih yang gak tau Dago?
Biasanya sih, saya ke dago hanya untuk olahraga
. Ekspektasi Olahraga, Realita Cuman Jajan.
Minggu kemaren Ke CFD (Car Free Day) Dago , Terjebak nostalgia positif kalau
kesini pasti ingat pertama kali jualan di Bandung.
| *bersama tim horeee la mente |
Bisa dibilang sepanjang Jalan Dago
itu saksi bisu perjalanan bisnis ku,
dari mulai project kampus sampai membuat
bisnis sendiri Kacang La Mente dan sekarang juga masih sendiri. *menuju move on 2016.
Kalau diingat-ingat lucu juga sih,
hahaha dulu jualan cheese stick di CFD
dago selama 4 jam omset 100rb. Yah lumayan lah buat anak kos saat itu. Buat event dan bagi-bagi brosur juga pernah
disini, sampai tau gaya-gaya orang ketika menolak dibagikan brosur. Buka stand
makanan dan rugi , eh bukan rugi sih
tapi harga pembelajaran segitu. *mayan sih. Huahaha
Dari untung, rugi sampai bisnisnya pensiun
di usia muda alias almarhum mungkin Sepanjang Jalan Dago ini tau.
Kalau kata pidi baiq- “ Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”.
Inilah perasaan ku terhadap Bandung
dan aku jatuh cinta untuk selalu bertumbuh dan belajar di kota Bandung. Nuhun
Kang Emil membuat bandung senyaman ini. :*
#edisibulankasihsayang #mintadicariinjodoh
#nuhunkangemil #bandungjuara