Senin, 08 Februari 2016

DAGO

Kalau Ke Bandung, Siapa sih yang gak tau Dago?

Biasanya sih, saya ke dago hanya untuk olahraga . Ekspektasi Olahraga, Realita Cuman Jajan.
Minggu kemaren  Ke CFD (Car Free Day) Dago , Terjebak nostalgia positif kalau kesini pasti ingat pertama kali jualan di Bandung.


*bersama tim horeee la mente
Bisa dibilang sepanjang Jalan Dago itu  saksi bisu perjalanan bisnis ku, dari mulai project kampus sampai  membuat bisnis sendiri Kacang La Mente dan sekarang juga masih sendiri. *menuju move on 2016.

Kalau diingat-ingat lucu juga sih, hahaha dulu jualan cheese stick  di CFD dago selama 4 jam omset 100rb. Yah lumayan lah buat anak kos saat itu.  Buat event dan bagi-bagi brosur juga pernah disini, sampai tau gaya-gaya orang ketika menolak dibagikan brosur. Buka stand makanan  dan rugi , eh bukan rugi sih tapi harga pembelajaran segitu. *mayan sih. Huahaha

Dari untung, rugi sampai bisnisnya pensiun di usia muda alias almarhum mungkin  Sepanjang Jalan Dago ini tau.
Kalau kata pidi baiq- “ Dan Bandung bagiku  bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”.

Inilah perasaan ku terhadap Bandung dan aku jatuh cinta untuk selalu bertumbuh dan belajar di kota Bandung. Nuhun Kang Emil membuat bandung senyaman ini. :*

#edisibulankasihsayang #mintadicariinjodoh #nuhunkangemil #bandungjuara