Curhatan anak daerah yang
merantau….
Sebenarnya sih keluar Kaltim bukan
berarti tak kembali, pergi bukan berarti meninggalkan kan? Hehe.
Di Bandung kami sebagai kaum
minoritas, butuh adaptasi sekali dalam hal Bahasa, Sosial dan Budaya urang Sunda yang 180’ bertolak belakang dengan orang Kaltim.
Trus bingung, gimana caranya sebagai anak rantauan untuk bisa tetap eksis, nggak dibilang murtad, nggak pulang-pulang jadi anak daerah ? Perluaslah wawasan supaya nggak basi, bukan masa bodoh dengan “terlihat bodoh” tanpa berbuat.
Trus bingung, gimana caranya sebagai anak rantauan untuk bisa tetap eksis, nggak dibilang murtad, nggak pulang-pulang jadi anak daerah ? Perluaslah wawasan supaya nggak basi, bukan masa bodoh dengan “terlihat bodoh” tanpa berbuat.
*bubuhan kaltim
Kalau menurut versi saya, membangun Kaltim disini tidak harus jadi orang besar dulu (baca: penting,pejabat) untuk memberikan sesuatu ke daerah. Hal-hal kecil pun bisa, dengan berbuat
sesuatu yang positif dan bermanfaat buat orang lain diantaranya :
- Jadi anak muda yang mandiri, salah satunya dengan berbisnis, kita bisa membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan.
- Membentuk komunitas anak muda kaltim, kita butuh teman curhat dan support satu sama lain.
- Setidaknya kampanye melalui kaos #banggamembangunkaltim dulu biar orang-orang tau kita ada. Samaan yuk kaosnya, HIHI :)
Lantas, Pertanyaannya untuk kita semua.
Apa sih yang sudah kita berikan sebagai putra-putri daerah??
Cungg your hand! ANAK KALTIM MANA SUARAAANYAAA????~~~~
Sebuah "perjalanan" bersama, Buat
kamu yang #banggamembangunkaltim , Setidaknya kita se-vibrasi, se-visi dan se-misi
untuk satu gerakan bareng-bareng dengan hastags #banggamembangunkaltim.
Salam,
Yang Muda,
Berbagi dan,
Berbisnis.
Jangan lupa, Share dan Comment nya
yah :)









