Jumat, 15 Januari 2016

#BanggaMembangunKaltim

Curhatan anak daerah yang merantau….
Sebenarnya sih keluar Kaltim bukan berarti tak kembali, pergi bukan berarti meninggalkan kan? Hehe.

Di Bandung kami sebagai kaum minoritas, butuh adaptasi sekali dalam hal Bahasa, Sosial dan Budaya urang Sunda  yang  180’ bertolak belakang dengan orang Kaltim.

Trus bingung, gimana caranya sebagai anak rantauan  untuk bisa tetap eksis, nggak dibilang murtad, nggak pulang-pulang jadi anak daerah ? Perluaslah wawasan supaya nggak basi, bukan masa bodoh dengan “terlihat bodoh” tanpa berbuat.




*bubuhan kaltim

Kalau menurut versi saya, membangun Kaltim disini tidak harus jadi orang besar dulu (baca: penting,pejabat) untuk memberikan sesuatu ke daerah. Hal-hal kecil pun bisa, dengan berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat buat orang lain diantaranya :
  1. Jadi anak muda yang mandiri, salah satunya dengan berbisnis, kita bisa membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan.
  2. Membentuk komunitas anak muda kaltim, kita butuh teman curhat dan support satu sama lain.
  3. Setidaknya kampanye melalui kaos #banggamembangunkaltim dulu biar orang-orang tau kita ada.  Samaan yuk kaosnya, HIHI :)


Lantas, Pertanyaannya untuk kita semua.
Apa sih yang sudah kita berikan sebagai putra-putri daerah??
Cungg your hand! ANAK KALTIM MANA SUARAAANYAAA????~~~~

Sebuah "perjalanan" bersama, Buat kamu yang #banggamembangunkaltim , Setidaknya kita se-vibrasi, se-visi dan se-misi untuk satu gerakan bareng-bareng dengan hastags #banggamembangunkaltim.

Salam,

Yang Muda, 
Berbagi dan,
Berbisnis.

Jangan lupa, Share dan Comment nya yah :)

Kamis, 07 Januari 2016

Siap Datang Siap Hilang !

Begitulah kata-kata yang sering saya dengar dari pengusaha senior yang pernah saya temui untuk jadi seorang PENGUSAHA MUDA.

Hari ini saya dapat kesempatan untuk bisa belajar, berkunjung ke factory c59 (Caladi Lima Sembilan) dan sharing bersama  Pak Wiwiet selaku pemilik c59. Meskipun usia sudah menginjak angka 50an tapi semangat dan gayanya anak muda banget, Salutt Pak.

Dulu, waktu saya kelas 3 SMP merk c59 sangat terkenal dan bangga saat memakainya, apalagi ditambah dengan merk c59 itu sendiri dari Bandung yang terkenal dengan dunia fashion nya (Paris Van Java). Sekarang bisa melihat langsung semua proses produksi pembuatan kaos c59.  *senang dong :) 









Perjalanan bisnis pak wiwiet yang jatuh bangun merintis  usaha c59 sampai akhirnya bisa besar seperti sekarang  dan tetap eksis selama 35 tahun di dunia fashion clothing. Usaha berkah, memiliki 500 karyawan dan memberikan dampak sosial kepada orang banyak, itu sangat mengangumkan dan patut ditiru pola suksesnya.

Masih ingat apa yang dikatakan Pak Wiwiet, “Apa yang kamu ingin lakukan dalam pekerjaan mu?” Apa kamu sudah berguna buat orang lain?. Well pertanyaan dasar yang sering dilontarkan para pengusaha senior. Kalau dulu pikirannya masih kolot banget, pokoknya saya dapat duit banyak aja. Ternyata ketika kita sudah terjun berbisnis, prinsip dasar manusia yang money oriented itu mulai berubah mindset nya.

Hal ini selaras dengan impian besar saya, untuk terus berbagi kebaikan dengan banyak orang, bisa membantu orang lebih banyak lagi, mau beli apapun nggak susah payah dan mau sedekah pun nggak usah mikir harus di audit keuangan dulu. Hehehe
Ternyata benar yang di bilang Guru saya, Bisnis itu merupakan Perjalanan Spiritual. 

Thank you Mr. Wiwiet (Owner c59)
Keep Inspiring us and always be the figure of succesfull entrepreneur.