Bayangkan, bisa sampai seserem ini! Populasi jomblo semakin merajalela. *ouchhh
😨😨
Mewakili goresan hati teman-teman sebagai pelaku usaha, yang sama-sama lagi berjuang untuk memenangkan hati calon mertua. Okeh, ini serius
Semua teman dari TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, Keluarga, Sepupu, Saudara Jauh, sampai mantan calon gebetan pada minta "tester" bahasa halus dari kata "Gratis".
Katakanlah, ada 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 orang pada minta "tester" masih nggak masalah (((nggak masalah))) bagi kalian. Mari kita bongkar dapur terlebih dulu:
1. Ingat kita harus beli bahan baku, pakai duit.
2. Biaya Operasional, listrik, gas, air, internet, dll, pakai duit juga.
3. Gaji Karyawan, pakai duit juga.
4. Dan masih banyak lagi.
Kalau semua minta "taster", cashflow tidak lancar, penghasilan berkurang, ditinggalin pacar, dan akhirnya gagal nikah. Selalu ada orang yang tidak peduli dengan tenaga, waktu dan biaya yang sudah kita keluarkan. Ironisnya, itu justru biasa dilakukan oleh orang-orang yang mengenal kita.
Tapi Saya percaya, teman-teman disini nggak begitu. Selalu menghargai dan mensupport karya anak bangsa dengan mencintai dan membeli produk-produk lokal. smile emoticon
Senang banget bisa jalan-jalan
menikmati suasana kota bandung yang dijuluki kota kembang ini. Saya merasakan suasana kota bandung yang baru, lebih bersih, banyak ruang terbuka hijau,
memanusiakan jalur pedestrian, ahh Bandung jadi tambah romantis. :*
Dikutip dari situs Indonesia
Travel, akhir 2015 perjalanan wisata nusantara akan melampaui target sebesar 255 juta
perjalanan dan salah satu tujuannya di kota Bandung. Ini menandakan bahwa kegiatan travel atau traveling sekarang ini
jadi lifestyle anak muda bahkan keluarga. Motifnya pun berbeda-beda, ada yang untuk sekedar melepas
penat, mencari suasana baru atau sebagai pengakuan social yang penting sudah
bisa foto-foto dll.
Wow wow wow!! Macam-macam yah
motif di balik traveling yang sudah saya tanyakan ke beberapa teman, tapi saya gak akan bahas kesitu, percuma kita
kan punya sudut pandang yang berbeda-beda. Asyikk gak tuh. Hahaha
Jangan Malu Bertanya!
Disini saya bakal cerita 1 hari jalan-jalan
di Bandung. Sehari gak cukup sih, pasti gak mau pulang, Percayalahhh! Travel
bagiku bukan hanya sekedar jalan-jalan
tapi didalamnya ada sebuah adventure dan juga inspire. Dan traveling kali ini saya mencoba untuk menelusuri
landmark kota Bandung.
sepanjang jalan asia afrika
Museum Konferensi Asia Afrika
Bangunan Tua
Gedung Merdeka
Alun-alun Bandung
Gedung Sate
#Adventure. saya mencoba
untuk sesuatu yang baru tapi tidak untuk turis mancanegara. Yah, jalan kaki
berkilo-kilo meter dilakoni yang biasanya kemana-mana naik kendaraan. Sudah
seperti turis mancanegara, bawa ransel kemana-mana, isinya sih kamera, laptop,
tripod dan yang paling penting cemilan
selalu ada. Dan asyiknya lagi jalur pedestrian di Bandung itu nyaman banget, ada banyak bangku yang disediakan
untuk menikmati suasana kota Bandung, ditambah banyak bunga-bunga warna merah
yang digantung di pohon menghiasi suasana rindang kota kembang ini.
Kalau mau nyebrang di zebra cross yah!
Inspirasi baru bisa datang dari
mana aja salah satunya dari kulinernya yang ada di Bandung. Gak lengkap rasanya
kalau jalan-jalan gak icip-icip kuliner lokal. Pas banget dengan suasana
bandung yang lagi hujan icip-icip batagor, tahu gejrot, seblak seuhah. Sayangnya
lupa diabadikan, pada kelaparan. Maafkan :(. Bandung memang juara kalau untuk masalah kuliner nya. TOP dah!
Buanglah mantan pada tempatnya *eh sampah maksudnya
Terakhir saya selalu bawa air
mineral dan juga bawa cemilan praktis untuk menambah energy ketika jalan-jalan. Salah satu isi
dalam tas saya ada camilan Kacang La Mente yang juga salah satu produk inovatif
dari Bandung.
Seruuu juga
ternyata 1 hari jalan-jalan di Bandung. Ungkapan yang pas, seperti kalimat dibawah ini.
“Bumi Pasundan
lahir ketika Tuhan sedang tersenyum” –M.A.W. Brouwer
Nuhun Pisan Bandung! Dibalik setiap perjalanan pasti ada cerita yang tersirat.
Salah satu momen mengharukan pada saat merekam, Jangan Dilihat! -,-"
Biasanya sih, saya ke dago hanya untuk olahraga
. Ekspektasi Olahraga, Realita Cuman Jajan.
Minggu kemaren Ke CFD (Car Free Day) Dago , Terjebak nostalgia positif kalau
kesini pasti ingat pertama kali jualan di Bandung.
*bersama tim horeee la mente
Bisa dibilang sepanjang Jalan Dago
itu saksi bisu perjalanan bisnis ku,
dari mulai project kampus sampai membuat
bisnis sendiri Kacang La Mente dan sekarang juga masih sendiri. *menuju move on 2016.
Kalau diingat-ingat lucu juga sih,
hahaha dulu jualan cheese stick di CFD
dago selama 4 jam omset 100rb. Yah lumayan lah buat anak kos saat itu. Buat event dan bagi-bagi brosur juga pernah
disini, sampai tau gaya-gaya orang ketika menolak dibagikan brosur. Buka stand
makanan dan rugi , eh bukan rugi sih
tapi harga pembelajaran segitu. *mayan sih. Huahaha
Dari untung, rugi sampai bisnisnya pensiun
di usia muda alias almarhum mungkin Sepanjang Jalan Dago ini tau.
Kalau kata pidi baiq- “ Dan Bandung
bagiku bukan cuma masalah geografis,
lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”.
Inilah perasaan ku terhadap Bandung
dan aku jatuh cinta untuk selalu bertumbuh dan belajar di kota Bandung. Nuhun
Kang Emil membuat bandung senyaman ini. :*
Sebenarnya sih keluar Kaltim bukan
berarti tak kembali, pergi bukan berarti meninggalkan kan? Hehe.
Di Bandung kami sebagai kaum
minoritas, butuh adaptasi sekali dalam hal Bahasa, Sosial dan Budaya urang Sunda yang 180’ bertolak belakang dengan orang Kaltim.
Trus bingung, gimana caranya sebagai
anak rantauan untuk bisa tetap eksis, nggak dibilang murtad, nggak pulang-pulang jadi anak daerah ? Perluaslah wawasan supaya nggak basi, bukan masa bodoh dengan
“terlihat bodoh” tanpa berbuat.
*bubuhan kaltim
Kalau menurut versi saya, membangun Kaltim disini tidak harus jadi orang besar dulu (baca: penting,pejabat) untuk memberikan sesuatu ke daerah. Hal-hal kecil pun bisa, dengan berbuat
sesuatu yang positif dan bermanfaat buat orang lain diantaranya :
Jadi anak muda yang mandiri, salah satunya dengan berbisnis, kita bisa
membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan.
Membentuk
komunitas anak muda kaltim, kita butuh teman curhat dan support satu sama lain.
Setidaknya
kampanye melalui kaos #banggamembangunkaltim dulu biar orang-orang tau kita
ada. Samaan yuk kaosnya, HIHI :)
Lantas, Pertanyaannya untuk kita semua.
Apa sih yang sudah kita berikan sebagai putra-putri daerah??
Cungg your hand! ANAK KALTIM MANA SUARAAANYAAA????~~~~
Sebuah "perjalanan" bersama, Buat
kamu yang #banggamembangunkaltim , Setidaknya kita se-vibrasi, se-visi dan se-misi
untuk satu gerakan bareng-bareng dengan hastags #banggamembangunkaltim.
Begitulah kata-kata yang sering
saya dengar dari pengusaha senior yang pernah saya temui untuk jadi seorang PENGUSAHA
MUDA.
Hari ini saya dapat kesempatan
untuk bisa belajar, berkunjung ke factory c59 (Caladi Lima Sembilan) dan
sharing bersama Pak Wiwiet selaku pemilik c59. Meskipun usia sudah menginjak angka 50an tapi
semangat dan gayanya anak muda banget, Salutt Pak.
Dulu, waktu saya kelas 3 SMP merk
c59 sangat terkenal dan bangga saat memakainya, apalagi ditambah dengan merk
c59 itu sendiri dari Bandung yang terkenal dengan dunia fashion nya (Paris Van
Java). Sekarang bisa melihat langsung semua proses produksi pembuatan kaos c59.
*senang dong :)
Perjalanan bisnis pak wiwiet yang
jatuh bangun merintis usaha c59 sampai
akhirnya bisa besar seperti sekarang dan
tetap eksis selama 35 tahun di dunia fashion clothing. Usaha berkah, memiliki
500 karyawan dan memberikan dampak sosial kepada orang banyak, itu sangat mengangumkan dan patut ditiru pola
suksesnya.
Masih ingat apa yang dikatakan
Pak Wiwiet, “Apa yang kamu ingin lakukan dalam pekerjaan mu?” Apa kamu sudah
berguna buat orang lain?. Well pertanyaan dasar yang sering dilontarkan para
pengusaha senior. Kalau dulu pikirannya masih kolot banget, pokoknya saya dapat
duit banyak aja. Ternyata ketika kita sudah terjun berbisnis, prinsip dasar
manusia yang money oriented itu mulai berubah mindset nya.
Hal ini selaras dengan impian
besar saya, untuk terus berbagi kebaikan dengan banyak orang, bisa membantu
orang lebih banyak lagi, mau beli apapun nggak susah payah dan mau sedekah pun
nggak usah mikir harus di audit keuangan dulu. Hehehe
Ternyata benar yang di bilang Guru
saya, Bisnis itu merupakan Perjalanan Spiritual.
Thank you Mr. Wiwiet (Owner c59)
Keep Inspiring us and always be the figure of succesfull entrepreneur.